DKBP3A Sambangi Korban Penculikan di Satui Untuk Trauma Healing

BATULICIN – Dinas Keluarga Berancana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Tanah Bumbu mengunjungi anak dibawah umur yang menjadi korban penculikan di Desa Satui Timur, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.

Kepala DKBP3A Tanbu, Hj Narni, mengatakan kunjungan ini dalam rangka melihat kondisi anak pasca penculikan sekaligus memberikan bantuan trauma healing.

“Hari ini, Selasa (29/01/2019) DKBP3A bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) untuk memberikan pelayanan trauma healing kepada anak yang menjadi korban penculikan,” kata Kepala DKBP3A Tanbu.

Narni mengatakan trauma healing perlu diberikan mengingat kondisi anak yang menjadi korban penculikan mengalami trauma.

Saat bertemu korban, DKBP3A juga mengajak psikolog untuk penanganan trauma.

Hasilnya, anak tersebut masih bisa diajak bicara tentang sekolah karena sudah kangen dengan teman-temannya, tetapi masih ada sedikit trauma jika disinggung mengenai kejadian penculikan.

Setelah kunjungan ini, kata Narni, pihaknya kembali akan melakukan kunjungan lanjutan untuk trauma healing.

Sekedar informasi, Trauma Healing adalah kegiatan yang dilakukan seseorang atau tim menggunakan metode tertentu dengan tujuan menyembuhkan atau meringankan beban seseorang atau sekelompok orang yang tergoncang jiwanya, akibat bencana alam seperti longsor, banjir, kecelakaan transportasi, korban pencurian, korban pemerkosaan, korban penganiayaan atau kejadian buruk lainnya.

Trauma ini terbagi dalam 3 golongan yaitu trauma ringan, trauma sedang dan trauma berat.

Trauma ringan adalah trauma yang terjadi akibat suatu kejadian yang mengganggu kejiwaan.

Trauma ringan bisa dan cepat untuk disembuhkan.

Penanganan trauma ini dengan cara menghibur korban supaya melupakan kejadian yang menimpanya, mengajaknya ngobrol dan tidak mengungkit penyebab trauma, serta memberi pengertian dan motivasi.

Trauma sedang adalah sebuah trauma akibat kejadian yang mengganggu daerah kejiwaan seseorang. Trauma sedang bisa mengubah perilaku seseorang dalam jangka waktu tertentu. Trauma sedang biasanya disebabkan karena kasus pembunuhan, musibah atau kecelakaan yang telah merenggut nyawa orang-orang terdekat.

Penanganan trauma sedang hampir sama dengan trauma ringan hanya saja harus dilakukan lebih intensif.

Selanjutnya, trauma berat akibat suatu kejadian yang telah menggangu kejiwaan seseorang.

Trauma yang ini sulit disembuhkan karena itu sebaiknya melibatkan psikolog atau psikiater.

Penanganan trauma berat bisa dilakukan dengan melatih kejiwaan supaya tetap stabil yaitu dengan sering berdoa, dan ibadah lainnya. (rel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *